Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Depok
Depok, Jawa Barat – Sebuah insiden kebakaran hebat menghanguskan sejumlah rumah warga di kawasan permukiman padat penduduk di wilayah Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa ini terjadi di tengah suasana hari raya Idul Fitri, ketika sebagian besar warga masih menikmati waktu berkumpul bersama keluarga.
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Depok
Ketua RT 02 RW 01, Rizal Nasuhi, mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut benar terjadi di wilayah yang ia pimpin. Menurut Rizal, aktivitas warga saat itu masih tergolong normal dan belum banyak yang keluar rumah karena suasana lebaran masih sangat terasa.
“Iya betul, kejadiannya sekitar jam sembilan pagi. Saat itu masyarakat masih dalam suasana Idul Fitri, jadi sebagian besar masih di rumah,” ujar Rizal saat ditemui di lokasi kejadian.
Api Melahap Beberapa Rumah
Kebakaran yang terjadi di kawasan padat tersebut dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya karena jarak antar bangunan yang sangat berdekatan. Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu serta atap berbahan mudah terbakar turut mempercepat proses penyebaran api.
Salah seorang saksi mata, ibu Nurhayati (56), mengatakan bahwa awal mula api terlihat dari salah satu rumah di gang sempit. Tak lama kemudian, suara teriakan minta tolong pun terdengar dan warga langsung berusaha menyelamatkan diri serta mengamankan barang berharga.
“Api tiba-tiba sudah besar aja dari rumah pojok itu. Kami panik semua, langsung keluar rumah. Ada yang bawa anak, ada yang cuma bisa selamatin surat-surat penting,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pemadam Kebakaran Turun Tangan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok mengerahkan setidaknya enam unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman api berlangsung dramatis karena akses jalan yang sempit menyulitkan kendaraan pemadam masuk ke titik pusat api.
Kepala Dinas Damkar Kota Depok, M. Gandara Budiana, menyatakan bahwa pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 09.10 WIB dan segera bergerak ke lokasi. Petugas berjibaku selama hampir dua jam sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan.
“Kendala utama adalah akses yang sempit dan banyaknya warga yang berkumpul di lokasi. Namun, alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 11 siang,” jelas Gandara.
Tidak Ada Korban Jiwa, Namun Kerugian Cukup Besar
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, beberapa warga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri. Sementara itu, sejumlah rumah rata dengan tanah dan tidak sedikit harta benda yang tidak sempat diselamatkan.
Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa keluarga bahkan kehilangan tempat tinggal dan kini harus mengungsi ke rumah saudara atau posko darurat yang didirikan oleh warga dan relawan.
“Kami sedang data jumlah pasti rumah yang terbakar dan warga terdampak. Bantuan darurat sudah mulai dikirimkan,” kata Rizal, Ketua RT setempat.
Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di salah satu rumah warga. Petugas kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Masih kami dalami. Dugaan awal memang ada hubungan dengan instalasi listrik yang bermasalah, tapi nanti akan kami pastikan lewat pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Cimanggis.
Warga Harapkan Bantuan Pemerintah
Pasca kebakaran, warga terdampak berharap adanya bantuan dari pemerintah kota, baik berupa kebutuhan pokok, tempat tinggal sementara, hingga proses pembangunan kembali rumah mereka yang hangus terbakar.
“Kami berharap pemerintah cepat tanggap. Kami nggak tahu mau tidur di mana malam ini. Semua habis,” kata bapak Andri, salah satu korban kebakaran.
Kebakaran di tengah perayaan Idul Fitri ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik di rumah, terutama di kawasan padat penduduk. Pemerintah juga diharapkan mempercepat proses bantuan dan pembangunan kembali infrastruktur warga yang terdampak.