WIEK ARIWIBOWO : SUKSES MELAWAN GANASNYA PENYAKIT STROKE….(2)

 

SEPERTI pernah aku katakan pada suratku yang pertama yang berjudul, “om Gondo, akhirnya aku sembuh dari stroke,….. Alhamdulillah”.

Bulan Agustus 2017 memang bulan yang sangat istimewa bagiku. Karena pada bulan itu tepat aku berulang tahun ke-56 dan tepat pada tanggal 24 aku divonis terkena stroke.
Pada mulanya aku anggap enteng vonis dokter itu. Namun baru aku sadari sepenuhnya ketika harus pulang dari rumah sakit. Ternyata aku sudah lumpuh, tidak bisa berjalan dan wajahku sebelah kiri terasa kesemutan terus. Bahkan mulut sebelah kiri terasa kaku. Termasuk lidah dan gigi saerta gusi sebelah kiri. Ini menyebabkan bicaraku jadi cedal dan kalau ngomong harus ngotot. Itu saja suara yang keluar, kata orang yang mendengar, masih terdengar pelan.
“Ya, Allahku……kenapa aku jadi seperti ini?” begitu gumamku dalam hati.lebih sedih lagi kalau pas mulai bisa berjalan. Kata orang lagi, jalanku masih kaya robot, masih oleng, dan sangat pelan. Tapi itu terus aku latih setiap pagi. Hingga akhirnya menginjak bulan kelima jalanku sudah mulai lancer, meski kadang masih terasa oleng, tak seimbang.
Selama itu pula satu-satunya hiburan pada saat sendirian di siang hari adalah ponsel yang bisa aku gunakan untuk browsing tentang seputar penyakit stroke. Di sana sempat tertulis bahwa insane pasca stroke kaya aku ini rentan terhadap gejala-gejala psikologis seperti emosi gampang berubah-ubah, gampang depresi, dan lain-lain.
Pada awalnya aku tak percaya kalau hal itu bakal menghinggapi diri saya. Tapi seiring waktu berjalan ternyatabenar juga. Terutama setelah menginjak bulan ketiga. Kertika fisikku sudah mulaimembaik dan cedrera otak akibat stroke mulai stabil. Pikiran pun mulai waras dan bisa kembali berpikir. Maka justru pada saat itu mulai timbul gejoloak dalam diri saya.
Yang paling enteng saja misalnya ketemu dengan kawan-kawan lama. Karena kasian kepadaku mereka sempat memberiku uang. Nah, di situ aku mulai kadang tersinggung dan merasa betapa lemahnya aku ini. Tak seperti dulu lagi yang berpenampilan ceria, banyak program yang bisa aku lakukan seperti menjalankan event organizer dalam berbagai acara, bermain teater, dan mengkoordinasi teman-teman wartawan.
Yang jug masih enteng-entengan adalah ketika kumpul dengan mereka, maka pembicaraan saya seperertinya ada yang tidak dimengerti oleh mereka. Di situlah kadang mereka berbisik dan mentertawakan aku. Duh, pedihnya…… seumur-umur baru kali ini jadi bahan tertawaan orang. Pingin mara rasanya aku kalau sudah begitru.
Dan yang kadang bikin jengkel adalah ada beberapa teman yang selama ini cukup baik dan sangat baik rasanya justru menjauhiku. Seolah olah mereka ketakutan jika berdekatan denganku. Ya Tuhan, kenapa jadi begini? Seolah olah aku ini penderita penyakit kusta yang sangat mengerikan saja.
Tapi ya sudahlah. Tak apa-apa. Aku sangat menyadari kondisiku yang tidak seperti dulu lagi. Sekarang jadi insane pasca stroke yang mempunyai kelemahan.
Dari situlah permasalahan jadi berkembang, jika orang sehat saja mencari uang tidak gampang apalagi denganku yang masih sangat terbatas? Masih sering tergantung dengan orang lain. Itulah kenapa jika terkadang aku merasa sedih sendiri dan terkadang muncul keinginan untuk mengakhiri hidup saya.
Dunia seolah-olah gelap gulita tanpa ada masa depan. Yang ada adalah suram. Jangankan bisa optimistis besok akan bisa kembali bekerja lagi apa tidak? Yang terpikir, seringkali, aku ini bia sembuh atau berakhir sampai di sini.
Tapi syukurlah Tuhan maha baik. Aku selalu teringt pada anak-anak dan istrikuyang masih membutuhkan biaya dan perhatianku. Berawal dari situ aku kemudian bangkit dan optimistis bisa sembuh atau pulih lagi. Dan yang jelas aku juga percaya bahwa sakitku ini termasuk rancangan Tuhan yang selalu saja baiik pada waktunya.
Dari situlah aku optimistis dan bersemangat untuk sembuh. Bersemangat untuk melakukan olah raga, bersemangat untuk melakukan terapi, dan bersemangat untuk hidup lagi. Lalu timbul optimisme akan bangkit lagi setelah pulih dari stroke.
Dan kalausudah begitu aku teringat pada beberapa teman yang dulu juga pernah terserang stroke tetapi sekarang bisa sehat dan kembali bekerja.
Ada secercah cahaya terang. Nafasku mulai tenang kembali. Aku kembali melanjutkan doa doaku lagi.semoga Tuhan berkenan memulihkan aku kembali.
Itulah sepenggal harapanku. Semoga terkabul.
Dan semoga tulisan ini menginspirasi pembaca yang tengah mengalami stroke, atau kawan yang tengah menderita stroke.
Salam sehat…..

KKKKKKKKKK

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here