Dari Besuk Teman ke Pemalang, Berakhir Menginap di Guest Hause Beringin Semarang

 

Awalnya sih, nggak nyangka nggak ada rencana mau nginap di Beringin Guest Hause Semarang ini. Tapi berkat kebaikan Mbak Iin Wiranti penggelola guest house ini,  aku yang kemalaman diijinkan menginap di tempat nyaman dan menyenangkan.

Ceritanya begini, salah seorang sahabat kami di WAG mantan rekan kerja puluhan tahun yang lalu, ada yang lagi mendapat cobaan sakit. Sakitnya juga lumayan seram juga kanker payudara yang sudah merambat sampai tulang. Kami sudah berencana dua bulanan ini mau bezok, sahabat yang bermukim di Pemalang itu, tetapi ternyata susah cari waktu yang tepat untuk banyak orang, dan akhirnya yang bisa hanya kami berempat Mas Bayu, Mbak Bayu, Mbak Iin dan aku. Disepaktilah sabtu, tanggal 24 Pebruari 2018 kami berangkat start dari Semarang.

Jam setengah enam pagi, aku sudah harus berangkat dari Kudus dengan naik bis ke Semarang. Wow…masuk Kaligawe sebelum sampai di Terminal Terboyo ternyata genangan air banjir sudah memenuhi jalan raya.  Sampai bis masuk terminal, enggan rasanya untuk turun dari bis, untunglah di dalam terminal kering, sehingga bisa berlanjut naik bis BRT tanpa berbasah-basah dengan air banjir yang keruh dan bau.

Sampai juga aku di depan Lawang Sewu, sebagai tempat janjian dengan Mbak Iin  yang sudah tiba lebih dahulu. Sambil nunggu teman-teman yang lain kami sempatkan berfoto-foto dahulu mumpung di depan tempat bagus  ( Lawang Sewu merupakan bangunan kuno yang mempunyai pintu 1000 dan banyak menyimpan cerita misteri ).

Tak lama kemudian, teman yang lain, Mas Bayu dan Mbak Bayu pun datang. Kami segera berangkat menuju Pemalang. Di perbatasan kota di sekitaran Mangkang kami sempatkan mampir sarapan dulu, Soto daging ampiran yang nikmat dan segar, tapi sayang ya…buru-buru jadi kelupaan ceprat-cepret dulu…..huu…ceritanya aja ya…

Perjalanan pun berlanjut, Mas Bayu agak nyantai aja nyetirnya, karena kita sambil cerita-cerita. Maklum , kami sudah hampir duapuluhan tahun tidak bersua sejak perusahaan tempat kami bekerja bubar karena krismon yang melanda tahun 1998. Sejak itu kabar masing-masing menghilang, hingga musim FB dan WA tiba, kami bisa bertemu lagi walau hanya melalui WAG. Namun keseruan tentang cerita kehidupan tak pernah berakhir.

Jam 12 siang kami sampai di Bodeh Pemalang, tinggal masuk sekitar 3 KM untuk bisa sampai ke rumah sahabat yang sakit di desa Mrican.

Sampai di rumah sahabat yang sakit, keharuan tak dapat dibendung, melihat keadaannya sahabarku yang sudah harus badrest di tempat tidur terus dan badannya habis karena kanker yang menggerogotinya. Namun begitu kami harus tetap memberikan semangat, pada sahabat untuk sembuh…Semoga cepat diangkat penyakitnya ya Mbak say….

Tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 14.30 kami segera undur diri pamit, rencananya biar tak kemalaman sampai Semarang dan aku bisa langsung balik Kudus.

Perjalanan pun tak bisa secepat seperti pada waktu berangkat karena jalan raya yang padat, apalagi sekitaran Alas Roban banyak truck dan kendaraan berat melintas pelan.

Memasuki kota Kendal hujan mengiringi perjalanan kami, akhirnya kami berhenti sejenak untuk menunaikan sholat maghrib. Hujan semakin lebat ketika memasuki kota Semarang, rasa lapar pun tak terbendung, akhirnya kami menuju lapak Nasi Goreng Babat Iso di kawasan Puri Anjasmoro di tengah guyuran hujan dan genangan air di jalanan.

Alhamdulillah Nasi Goreng Babat yang yummy bisa menghilangkan rasa lapar kami , sekali lagi….gak pakai foto-foto maklum hujan deres dan lapar malas untuk foto-foto dulu….jadi bayangin aja ya……bagaimana nikmatnya Nasi Goreng Babat….

Berhubung hujan juga belum juga reda, tawaran dari Mbak Wiranti untuk menginap di guest hause yang dikelolanya pun saya terima. Dengan pertimbangan , bagaimana bisa sampai terminal Terboyo yang jauh di ujung kota dalam keadaan banjir pasti akan susah, lagi pula belum tentu disana masih ada bis yang menuju Kudus. Kalaupun ada bis ke Surabaya melalui Kudus, pasti harus berendam kaki di air banjir dulu…malasnya….

Akhirnya sampai juga kami di jalan Ks Tubun, melalui jalan Imam Bonjol dan jalan Pierre Tendean, lokasi Beringin Guest Hause tenyata sangat nyaman sekali, berada di tengah kota pula.

Alhamdulillah…masih dapat kamar, walau mendadak. Setelah check in dan memperoleh kunci kamar, aku menuju ke kamar melewati ruang makan yang sekaligus tempai samtai-santai ngopi yang memang disediakan full day untuk tamu. Beberapa tamu sedang asyik menikmati kopi dan hidangan sambil berbincang-bincang disana.

Sudut-sudut ruangan dihiasi barang-barang tempo dulu, yang menjadi ciri khas rumah keluarga berada jaman old. Terasa seperti di rumah sendiri suasananya. Ada kolam ikan yang terletak di bawah pohon besar di halaman samping dengan gemercik air yang mengingatkanku pada sunyi. Pohon-pohon di dalam pot-pot besar tertata rapi di setiap area outdoornya mengingatkan aku pada ibuku yang senang dengan potpot bunganya.

Aku berkesempatan memotret beberapa kamar yang nyaman dan luas ! ini sih Guest Hause serasa hotel, bahkan kamar-kamarnya lebih luas dan nyaman.

Guest Hause Beringin yang terletak di jalan Ks Tubun no. 32 Semarang ini mempunyai 12 kamar, yang terdiri dari : 3 kamar Standart dengan fasilitas AC, TV, Water Heater dan bisa digunakan untuk 2 orang dengan harga kamar Rp 275.000,-

4 kamar Deluxe dengan fasilitas AC, TV , Water Haeter untuk 2 orang dengan harga kamar Rp 300.000,-

4 kamar Superior dengan fasilitas AC, TV, Water Heater untuk 2 orang dengan harga kamar Rp 325.000,-

serta 1 kamar VIP dengan fasilitas AC, TV , Water Heater, dan bathtube bisa digunakan untuk 3 orang dengan harga kamar Rp 525.000,-

Bila kamu memerlukan extrabed dikenakan chas Rp 125.000,-.

Di sediakan juga handuk, shampoo, sabun, sikat gigi dan odol, jadi cocok buat aku yang tak ada rencana menginap dan tak membawa peralatan mandi begini.

Setelah mandi dan tunaikan sholat Ishyak, aku sempatkan untuk keliling guest hause namun sayang hujan masih gemricik jadi tak bisa menikmati area autdoor yang penuh dengan bebungaan. Akhirnya minum teh panas untuk menghangatkan badan jadi pilihan dan setelah itu istirahat tidur.

Pagi hari, bangun tidur  mandi dan tunaikan kewajiban sholat subuh, aku segera melihat-lihat area outdoor yang semalam tak bisa aku kunjungi. Ada kolam ikan dengan ikan koi yang besar-besar dan pot-pot bunga yang tertata rapi.

Konsep Home me, yang diusung oleh guest hause Beringin sangat terasa sekali. Kita serasa berada di rumah keluarga yang nyaman, tenang, dan bersih serta pengelola yang ramah bagai keluarga sendiri.

Mbak Iin Wiranti, temanku yang dipercaya untuk mengelola guest hause ini sangat cocok sekali, karena orangnya cantik, ramah, supel dan informative…

Jadi bila kamu pas berkunjung ke Semarang dan menginginkan penginapan yang serasa di rumah sendiri, tenang, bersih dan nyaman serta letaknya yang strategis di tengah kota, sehingga kamu bisa dengan mudah kemana-mana dan mencapai tempat transportasi umum, bermalam saja di Beringin Guest Hause, pokoknya recomandet sekali… lingkungannya pun bersih, nyaman dan tidak bising walau ada di tengah kota. Dan harganya pun di bawah dari harga hotel dengan fasiltas yang sama.

Gampang untuk mencapai penginapan ini,  bisa lewat jalan Imam Bonjol, masuk ke jalan Pierre Tendaan gang pertama masuk jalan Ks Tubun cari yang no. 32 ..sampai deh !

Pagi sebelum pulang ke Kudus, aku  sempatkan dulu sarapan roti bakar dengan aneka topping selai yang sudah disediakan di ruang makan. Kita bisa memanggang sendiri rotinya, sambil membuat teh atau kopi kesukaan kita.

Setelah puas menikmati pelayanan kan kenyamanan guest hause Beringin aku pun pamit untuk segera pulang ke Kudus. Karena memang rencana tidak menginap jadi aku usahan pagi bisa sampai di rumah kembali.

Dengan diantar Mbak Iin sampai depan gang yang sudah ada halte BRT , aku melanjutkan perjalanan ke terminal Terboyo dengan bis BRT untuk selanjutnya berganti bis menuju Kudus.

Sampai jumpa di cerita jalan-jalan berikutnya….

Terimakasih, salam hangat selalu

Dinda Pertiwi.

Kudus, 3 Maret 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here