Berubah

Perubahan itu butuh proses dan tidak bisa instan. (Sumber foto: weheartit.com)

Tiba-tiba, pagi itu saya mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Saya mengira, nomor tak dikenal itu dari sebuah penerbit Islam yang menerbitkan buku ketua saya di Yayasan karena nomornya hampir sama dan memang belum saya simpan.

Akhirnya saya angkat telepon tersebut.

Tanpa mengenalkan diri dan basa-basi, pemilik suara yang ternyata laki-laki itu langsung menumpahkan segala keluh kesahnya yang dipendam selama ini.
“Saya pengen sembuh mbaa, saya pengen sembuuuhh tapi kok berat banget yaaa”, curhatnya.
“Maaf ini siapa ya?,” tanya saya bingung.
“Saya X mba, kak Sinyo sudah tau saya. Saya sudah lakukan segala cara termasuk ruqyah juga tapi kok tetap ga bisa,” curhatnya lagi, kali ini dia terdengar terisak. Menangis.

Untuk pertama kalinya, selama saya menjadi admin grup, saya dihubungi melalui telepon oleh calon klien Peduli Sahabat.

Tak seperti biasanya, karena baik klien maupun calon klien pasti akan menghubungi saya melalui inbox media sosial yang saya punya.

Kalau pun terlalu lama dibalas, biasanya mereka akan menghubungi saya melalui sms ataupun whatsapp, tidak pernah ada yang melalui telepon, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Kemudian laki-laki itu curhat lagi mengenai hubungan sesama jenisnya dan sejauh mana dia sudah berhubungan dengan pacar lelakinya selama ini. Sekali lagi dia katakan, dia ingin sembuh, dia ingin berubah namun tidak bisa.

Saya menghela nafas.

Akhirnya saya katakan, “untuk berubah, apalagi kembali ke fitrah memang tidak bisa instan, butuh proses dan harus melalui ujian, kak, tidak semudah membalikkan telapak tangan”.

“Bukan hanya itu, jika kakak ingin berubah, yang paling utama adalah niat dan ikhtiar yang kuat. Semua metode apapun, jika tidak ada niat dan usaha yang kuat, ya tidak akan bisa. Sama saja ketika kita sakit lalu pergi ke dokter, maka itu sudah ada niat dan ikhtiar. Tuhan juga tidak akan mau mengubah kondisi kita, jika kita sendiri tidak mau mengubahnya”.

Ya, perubahan apapun itu, apalagi perubahan untuk menjadi orang yang lebih shalih/shalihah, lebih baik dari sebelumnya, semuanya tergantung dari seberapa kuat niat dan usaha kita.

Jika niat dan usaha kuat, maka segala ujian apapun pasti akan berlalu dan insyaaAllah kita akan menjadi pribadi yang lebih hebat.

Sama saja ketika kita sekolah atau mau masuk perguruan tinggi pasti akan melaluinya dengan diuji wawasan dan pengetahuannya terlebih dulu bukan? Nah sama saja dengan kehidupan, Tuhan pasti akan selalu dan selalu menguji para hamba-Nya yang beriman.

Untuk klien maupun calon klien yang beragama Islam, saya selalu berpesan agar senantiasa berdoa dalam setiap waktu-waktu diijabahnya doa kita, diantaranya saat sujud dalam shalat, saat hujan, diantara adzan dan iqamah, pada hari Jum’at, di sepertiga malam, ataupun saat puasa.

Tidak heran makanya dalam Islam ada doa “Wahai Tuhan yang mengarahkan hati, arahkan hati-hati kami agar tetap dalam ketaatan padamu”. Karena hati dan keimanan itu berbolak-balik sifatnya, kadang dia berada di atas dan kadang pula berada di bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here