Tentang Rindu Terlarang

[ Dil Roya Ki Aankh Bar Aaye* ]

Kubaca perlahan kisah yang tercetak di lembar lembar usang bernama kenang. Coba memahami apa yang kau tuturkan semalam berselang. Aku, kau dan dua puluh tahun jarak memisahkan.

“Tumse milne ke baad maine bhi, ek sapna dekha tha!”** ucapmu dengan mata bebinar.

Prast, kesendirian mengajarkan arti seraut bayang yang setia hadir tanpa kucari, dan aku tersenyum. Adalah lelaki, pencipta air mata dan tawa, tenggelamkan dalam orgasme luka luka, lebam, nikmat.

Kisi pyar bahut baaz jota hai, lekin mohabbat sirf ek baar hota hai.***

Rasa itu masih dan tetap ada, Prast … rapi tersimpan meski kepingnya terberai entah kemana. Berkali kutanyakan, di mana harus kuletakkan bilah terakhir dari puzzle kita. Dan kau? Selalu melempar pada waktu yang tak sekejappun berhenti. Lalu kubisikkan pada Tuhan, bahwa tak sanggup aku melengkapi kisah ini.

Pyar bina saath rohe bhi pyar hi rahega, pyar ka matlab sirf ko pana nahi hai.****

#poeds 260118

catatan kaki :
* hati menangis berurai air mata
** bahkan aku melihat mimpi setelah bertemu denganmu
*** seseorang bisa jatuh cinta berulang kali tapi cinta sejati hanya terjadi sekali
**** bahkan tak bersama cinta itu tetap ada, cinta bukan berarti harus memiliki

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here