Tidak Besar namun Membahagiakan

Dok Pribadi

Sungai adalah tempat air mengalir, air yang merupakan sumber penghidupan dan kehidupan.

Di tepi sungai Nil tercipta sebuah kebudayaan yang pada masa lalu telah mampu membangun piramid, kebudayaan Mesir. Sungai yang membawa penghidupan, karena rakyat bisa menggunakan airnya untuk bercocok tanam dan kegiatan ekonomi lainnya.

Sungai juga bisa menjadi sebuah pemisah.

Di sebuah desa kecil di Tangerang Banten, desa Sukamanah kecamatan Jambe terpisahkan dengan desa Jagabita kecamatan Parung Panjang Jawa Barat oleh sebuah sungai kecil yang bernama Cijambe.

Jpeg

Masyarakat yang berusaha untuk hidup selaras dengan alam, berswadaya membangun jembatan yang terbuat dari bambu. Jembatan bambu yang membutuhkan perawatan secara gotong royong minimal 3 bulan sekali.

Jpeg

Jembatan yang juga dilalui oleh motor membawa kambing ini, merupakan suatu jembatan yang penting. Banyak masyarakat yang menggunakan jembatan ini untuk dapat pergi bekerja ke sekolah dan keperluan lainnya.

Desa Sukamanah sebenarnya dekat dengan Sumarecon Serpong (banyak warga desa yang bekerja di sana) dan hanya berjarak sekitar 12 km dari Depok .

Setiap pagi pukul 6-8 antrian akan mengular di jembatan ini. Sampai suatu ketika jembatan andalan ini roboh dimakan usia, 3 motor yang membawa 4 orang terjatuh ke dalam sungai Cijambe. Namun seperti biasanya orang Indonesia mengatakan untung tidak ada yang meninggal.

Lurah desa Sukamanah dan Jagadita telah berusaha untuk meminta dana pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang permanen. Tetapi usaha bolak balik selama beberapa tahun belum memberikan hasil.

Tragedi robohnya jembatan ini dilaporkan ke sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bernama Relawan Kampung. Menurut Arif Kirdia koordinator Relawan Kampung, sebenarnya sekitar dua tahun yang lalu Relawan Kampung sudah menawarkan untuk membangun jembatan permanen. Namun kepala desa masih berharap dengan turunnya dana dari pemerintah daerah,

Arif sempat kebingungan karena beberapa donatur yang dihubunginya belum bersedia untuk memberikan donasi. Namun akhirnya Rutraindo Perkasa sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan mesin untuk membuat jalan dan mesin penghancur batu akhirnya bersedia untuk menjadi donatur.

Kendala utama dalam pembangunan jembatan baru adalah cuaca di desa Sukamanah yang terus menerus hujan. Selain itu jalan desa yang kecil membuat truk yang akan membawa besi sepanjang 12 meter kesulitan.

Akhirnya pada kurang lebih 800 meter terakhir masyarakat bergotong royong untuk menggotong besi dari truk ke lokasi jembatan.

Jpeg

Pemandangan sekitar Jembatan

Akhirnya setelah 3 bulan jembatan selesai dibangun dan kemarin tanggal 1 Desember 2017 saya berkesempatan untuk dapat menyaksikan peresmian jembatan.

Jpeg

Lurah desa Sukamanah Pak Darul sangat berterima kasih kepada Rutraindo Perkasa dan Relawan Kampung yang membantu pembangunan jembatan yang sangat berguna bagi masyarakat.

Bagi Rutraindo Perkasa jembatan ini merupakan jembatan ke 6 yang disumbangkan sehingga jembatan ini dinamakan Iswara Jaya 6. Rutraindo sampai saat ini berkomitmen untuk terus membantu pembangunan jembatan lainnya.

Jpeg

Relawan Kampung telah berhasil mengkoordinasikan pembangunan 83 jembatan di seluruh Indonesia kecuali Papua. Sebuah karya yang perlu diapresiasi.

Salut, kepada Rutraindo Perkasa dan Relawan Kampung.

Jembatan yang tidak besar namun bisa membahagiakan warga desa Sukamanah dan Jagadita.

 

Salam

Hanya Sekadar Berbagi

Rate this article!
Tags:

3 Responses

  1. author
    Author

    Manula Sepuh4 days ago

    Ini realisasi setelah disetujui pembangunan jembatan Iswara Jaya 6

    https://penatajam.com/2017/08/12/senangnya-berbagi-bahagia/

    Terima kasih Bung Ronald.

    Juga terima kasih pada Bpk Muhammad Arif Kirdiyat, Ketua Yayasan Relawan Kampung.

    http://satubanten.com/index.php/news/banten-news/item/4093-hujan-dan-angin-kencang-sejumlah-pohon-menimpa-tiang-listrik

    Reply

Leave a Reply