Cinta Beda Dunia

twin flame.com

 

Malam sudah begitu larut ketika Mita masih sibuk di depan laptop untuk menyelesaikan tulisannya mengejar deadline. Ada rasa sejuk mengalir, di bulu kuduk. Tak lama kemudian Mita merasakan hadirnya sesuatu, menemani duduk di kursi sebelahnya. Aroma wangi bunga agak aneh tercium di hidung.

Aku menoleh ke kursi itu, hanya sekelebat bayang yang nampak. Tak ada siapa-siapa di sisiku. Walaupun hadirnya sangat aku rasakan, aku yakin ada seseorang atau suatu mahluk yang sedang menemaniku. Namun tak ada sedikit pun rasa takut menyelimutiku.

Aku lanjutkan tulisanku, dan tiba-tiba rasa katukku tak  tertahan, walau masih dalam posisi duduk menghadap laptop, aku seperti bermimpi dalam lelapku .

” Aku mencintaimu, Mita…..ijinkan aku untuk menjagamu….” samar aku dengar ucapan dari seseorang yang dari tadi aku rasakan duduk di sebelahku.

” aku hanya ingin menjagamu Mita…jangan takut…aku tak akan menyakitimu, karena aku mencintaimu…”

Mita terjaga beberapa menit setelahnya, seseorang seperti sedang berbicara dengannya…iya…itu bukan mimpi…karena Mita hanya terpejam beberapa saat. Mita yakin dia yang sedang di sebelah yang mengajak bicara.

Dengan seperti bergunam aku bicara sendiri.

” Kamu…siapa kenapa tiba-tiba datang mendekatiku .”

Hawa dingin dan wangi parfum itu seolah membuatku terlelap lagi.

” Aku Deni…maafkan aku sudah lama aku mengikutimu…dan ternyata aku jatuh cinta kepadamu…percayalah aku sangat mencintaimu…walau kita di alam yang berbeda. Tapi aku akan selalu menjagamu. ”

Ah….lagi-lagi aku tersentak terjaga. Mungkin aku sudah benar-benar ngantuk sehingga beberapa kali seperti mimpi. Tapi aku yakin aku bukan mimpi. Suara itu seolah nyata.

Aku segera menutup laptopku, keinginanku untuk menyelesaikan tulisan aku tunda, toh besok pagi-pagi aku bisa bangun dan menyelesaikan tulisan itu sebelum berangkat ke kantor.

Aku segera menuju ke kamar untuk tidur. Di tempat tidur kau selalu mengikutiku, duduk di sebuah kursi di pojok kamar. walau tak sepatah kata pun kau ucapkan seperti tadi, namun aku sangat yakin akan kehadiranmu.

Aku biarkan kamu, asal tak mengganguku lagi. Kututup seleruh badan dan wajahku sengan selimut, aku berusaha untuk menutup mataku agar cepat tertidur. Namun tak sedetik pun matanya terpejam walau wajahnya sudah ditutupi selimut, dan doa-doa sudah dirapalkannya.

Pikiran Mita melayang pada kejadian setahun yang lalu.

 

*****

Sore itu Mita mengendarai sepeda motor sendirian , setelah tadi mengantarkan seorang temannya yang tiba-tiba sakit di kantor. Karena kantor sudah sepi hanya ada Mita dan Rudy temannya, maka mereka berdua yang mengantarkan Sinta, temennya yang sedang sakit itu ke RS Karyadi. Setelah semua usai Mita segera pulang, namun karena tak tahu jalan Mita sempat melewati Kamar Mayat. Yang kebetulan sedang sepi, hanya ada seorang pemuda yang sedang duduk sendirian di bangku depan Kamar Mayat. Pria itu selalu mengikuti langkah Mita sejak dari lorong sampai di ujung jalan menuju ke tempat parkir dekat dengan jalan raya.

Merasa ada memperhatikan setiap langkahnya Mita sempat menoleh ke pemuda itu.

“Ganteng juga…kenapa duduk sendirian di sana ya…” Pikir Mita..Ah..mungkin sedang menunggui kerabatnya. Sepintas Mita melihat wajah pemuda itu, cukup ganteng dan mungkin berumur 30 an.

Setelah itu Mita segera mempercepat laju sepeda motornya untuk pulang. Karena sudah kesorean bahkan senja sudah tiba. Karena sangat terburu-buru mengendarai sepeda motornya, motor Mita menyenggol sebuah mobil di tanjakan Gombel.

Tubuh Mita terpelanting, jatuh ke tengah jalan. Tiba-tiba ada truk yang ngebut akan melintas di tempat dia terjatuh. Mita sudah tak bisa berpikir apa-apa. Mati sudah aku, batin Mita. Allahu Akbar. Hanya kata itu yang bisa dia ucapkan kalau pun ternyata maut sudah menjemputnya.

Tanpa disangka tubuhnya seperti ada yang mengangkat dan membawa ke tepi jalan. di bawah pohon Trembesi yang banyak tumbuh di sana. Mita hanya memejamkan matanya, apapun yang terjadi dia akan pasrah. Namun , keajaiban ternyata tiba, dia telah terselamatkan.

Setelah merasa aman Mita membuka matanya. Mita masih belum percaya apakah dirinya masih hidup ataukah sudah mati. Matanya melihat ke kanan dan ke kiri, ‘perasaan ini masih di dunia, berarti aku masih hidup’  Pikir Mita.

‘Lalu siapa yang tadi menolongku… siapa yang tadi mengangkat aku memindahkannya ke sini’  pikir Mita.

” Lain kali hati-hati ya..Mbak…”

Mita tercengang kaget, karena sosok pria yang tadi di lihatnya di depan Kamar Mayat Rumah Sakit, ternyata yang menolongnya.

Melihat Mita sangat kaget dan agak takut, pria itu meneruskan keterangannya.

“Maaf…aku mengikutimu Mbak…”

Ketika akhirnya Mita bisa berdiri, Mita kaget karena sosok pria yang telah menolongnya telah tiada. Mita agak takut juga, namun dia berpikir ini masih senja, belum terlalu gelap, buat apa takut. Mita segera mengambil motornya, dan mengendarainya kembali untuk pulang ke rumahnya di daerah Srondol.

Sesampainya di rumah Mita menceritakan kejadian yang baru di alaminya, tentang sosok misterius yang telah menolongnya. Ibunya hanya berpesan untuk selalu hati-hati, dan jangan lupa untuk terus berdoa.

Mita segera mandi dan mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat Maghrib.

****

Setahun peristiwa itu telah berlalu, namun Mita tak bisa melupakan peristiwa itu. Terutama wajah pria itu. Iya…Mita ingat sosok pria itu wajahnya mirip dengan sosok yang tadi tiba-tiba datang menemuinya. Yang tadi memperkenalkan dirinya sebagai Deni. Teringat itu Mita ingin membandingkan ingatannya dengan sosok yang tadi terasa mengikutinya. Selimut yang menutupi wajahnya pun dibuka.

Deni masih duduk di kursi sudut kamarnya. Saat Mita membuka selimutnya Deni tersenyum manis.

Ternyata benar Deni adalah sosok yang pernah menolongnya dulu.

” Kamu…yang menolong aku dulu…kan ?”

” Ternyata kamu masih mengingatku kan…?”

” Bagaimana aku bisa melupakan seseorang yang telah menyelamatkan aku dari maut…”

” Maafkan aku telah mengikutimu sejak itu…dan ternyata aku jatuh cinta kepadamu….”

” Bagaimana mungkin kau mencintaiku…kita di alam yang berbeda”

” Aku juga berpendapat begitu tadinya…tapi karena aku tak bisa menyembunyikan rasa cintaku ini maka aku ingin menjumpaimu malam ini, dan mengutarakannya kepadamu…, semoga kau bisa menerimaku, walau kita di alam yang berbeda ”

Aneh…walaupun Mita sadah yang di hadapinya bukan sosok manusia, tak ada perasaan takut dalam hati Mita. Bahkan Mita merasa senang dan bahagia bisa dipertemukan dengan Deni malam ini.

” Sudah…tidurlah sayang, aku akan menjagamu…tak akan aku biarkan bila ada yang mengganggu dan menyakitimu.”

Dalam kedipan mata deni pun telah menghilang dari pandangan Mita.

Campur aduk perasaan Mita, antara senang, takut dan tak percaya. Bagaimana mungkin Mita akan berpacaran dengan mahluk yang berada di alam berbeda darinya. Tetapi bagaimana pun Mita mengakui kalau dia pun telah jatuh cinta dengan Deni. Sosok mahluk dari dunia lain.

Latest posts by Dinda Pertiwi (see all)

Rate this article!
Cinta Beda Dunia,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

Leave a Reply