Kaum Melayu Singapura Setelah Halimah Yacob

2
133
Halimah Yacob. Dok.Foto/Berita.mediacorp.sg

Halimah Yacob. Dok.Foto/Berita.mediacorp.sg

Ngawursiana.com–Ditetapkannya Halimah Yacob (63 tahun) sebagai Presiden ke-7 Singapura, akan membawa warna baru politik di negeri yang dulunya bernama Temasek. Setidaknya eksistensi Halimah sebagai orang nomor satu negara, akan memberikan energi positif bagi kelompok Melayu Singapura yang selama ini dilihat termarginalkan.

Semangat Presiden perempuan pertama Singapura itu untuk menjadi kepala negara yang baik dan memaksimalkan perannya sebagai kekuatan pemersatu bangsa akan menjadi sorotan masyarakat dunia. Kepada publik Singapura, Halimah menyatakan akan bekerja dengan komitmen tinggi untuk melayani warganya secara sama dan sekaligus mengajak untuk bersama-sama membangun negeri.

Wanita berhijab itu telah membuktikan bahwa kaum Melayu Singapura memiliki daya saing tinggi di tengah lajunya arus pembangunan Singapura sebagai satu-satunya negara maju di Asia Tenggara. Selamat Ibu Halimah Yacob, semoga kaum Melayu di negerimu semakin mendapat tempat untuk membuktikan slogan “Tak akan Hilang Melayu di Dunia“.

Catatan penting bahwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, baru dua orang dari suku Melayu yang menjabat sebagai presiden di Singapura yakni Yusof Ishak pada tahun 1965 dan Halimah Yacob tahun 2017.(*)

KL:13092017

SHARE
Staf Kantor Perwakilan RI, mencoba mengamati dan menulis su-isu agama dan sosial budaya.

2 COMMENTS

  1. Gambaran skala kecil dari toleransi yg tidak memandang suku, ras dan agama.
    Pantas Singapura menjadi negara maju.

  2. Suatu terobosan dan kematangan berdemokrasi dan peradaban yang luar biasa. Meskipun kekuasaan pemerintahan ada di tangan perdana menteri. Salut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.