Konspirasi Hilangnya Mantan PM Negeri Gajah Putih

Ngawursiana.com – Ada rumor yang kurang enak dari Negeri Gajah Putih tentang lepasnya mantan PM Yingluck Shinawatra, saudara kandung PM Thaksin Shinawatra dari pengawasan otoritas Thailand, yaitu munculnya teori konspirasi yang mengatakan bahwa justru Junta Militer yang menggulingkan Yingluck dari kursi kekuasaannya, sengaja meloloskannya karena memiliki agenda dan perjanjian rahasia dengan keluarga Shinawatra.

Media Thailand dan juga dunia mulai ribut berpekulasi bahwa pemimpin perempuan pertama Thailand itu kabur ke Dubai. Kabar itu bergulir cepat setelah dia absen hadir di Mahkamah Agung Bangkok saat rencana pembacaan keputusan kasusnya, Jumat (25/8/2017).

Merespon rumor tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat menyangkal tuduhan konspirasi adanya perjanjian rahasia dengan keluarga Shinawatra ataupun Partai Puea Thai. Tapi publik di Thailand sanksi karena selama ini Yingluck yang dikawal super ketat, masih bisa lolos dan bahkan keluar dari Thailand.

Namun demikian, Wakil Kepala Kepolisian Thailand, Jenderal Srivara Rangsibrahmanakul dengan tegas mengatakan bahwa tidak tidak ada catatan yang menunjukkan adik Thanksin itu meninggalkan Thailand. Pernyataan ini senada dengan keterangan PM Hun Sen bahwa tidak ada data yang menunjukkan Yingluck keluar-masuk Kamboja selama kasusnya dilipahkan ke mahkamah.

Tetapi sayang sekali, pernyataan Jenderal Srivara sangat kontra produktif dengan tuduhan Junta Militer Thailand yang mengatakan PM Hun Sen berkontribusi terhadap larinya Yingluck dari Thailand, mengingat pemimpin Kamboja itu sangat dekat dengan keluarga Shinawatra baik secara politik maupun kekeluargaan.

Tentu saja PM Hun Sen menolak keras tuduhan itu karena bisa berakibat retaknya hubungan persahabatan negara bertetangga dan juga sama-sama sebagai negara anggota ASEAN yang sedang mengkampanyekan masyarakat yang bersatu dengan motto “One Vision, One Identity, One Community”.

Gamangnya kejelasan informasi sikon dan keberadaan Yingluck tentu akan menghambat proses hukum terhadap Yingluck. Dan bahkan bisa mempengaruhi situasi politik dalam negeri Thailand yang sejak tiga tahun terakhir ini cenderung refresif demi meredam gejolak dari pendukung setia klan Shinawatra.

Diakui atau tidak, pengaruh klan Shinawatra masih sangat berpengaruh di panggung politik Negeri Gajah Putih. Kudeta berdarah, perampasan aset keluarga Shinawatra tak menyurutkan kesetiaan pendukung politik duo Shinawatra yang sama-sama pernah duduk di kursi pemerintahan Thailand ini.

Kuatnya pengaruh militer di Thailand yang dibuktikan dengan beberapa seri kudeta baik yang berdarah maupun tidak bisa melumpuhkan estapet politik keluarga Shinawatra kedepan. Upaya menjerat Yingluck atas kesalahan pidana korupsi dan penyalahgunaaan kekuasaan sangat berpotensi pada penghapusan pengaruh klan Shinawatra dari panggung politik Thailand.(*)

 

SHARE
Staf Kantor Perwakilan RI, mencoba mengamati dan menulis su-isu agama dan sosial budaya.

7 COMMENTS

  1. Tuduhan keterlibatan Hun Sen adalah sangat konyol. Sebelum Yingluck bisa keluar (kalau benar sudah di luar) dari Thailand, kan pihak keamanan Thailand yang bertanggung jawab penuh akan keberadaan Yingluck. Ngapain aja mereka?

  2. Ke Indonesia aja Madame, investasi kan semua di Indonesia, 10 tahun sudah bebas.
    Tapi jadi nenek2 kaya kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here