Boleh Kalah Dari Tim Manapun, Asal Tidak Dari Malaysia!

Ngawursiana.com- Benar apa yan dikatakan Evan Dimas terkait dengan pertemuan antara Timnas U22 Indonesia versus Malaysia di partai semifinal cabor sepakbola SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Stadion Shah Alam, Sabtu (26/8/2017) malam nanti jam 19.45 WIB.

Bahwa laga nanti malam itu, memang bukan hanya sekadar pertandingan dalam sepak bola, melainkan lebih dari itu. “Saya rasa lawan Malaysia itu bukan hanya soal main bola, melainkan ini demi harga diri bangsa,” ucap Evan Dimas.

Dengan demikian jelas, pertemuan kedua tim antara dua negara serumpun ini tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para pendukungnya masing-masing. Apa lagi jika dikait-kaitkan dengan rivalitas yang “terpelihara” diantara keduanya selama ini dalam sepak bola.

Memang kalau kita tarik ke belakang, awal mula sentimen anti-Malaysia ini sendiri berawal dari buruknya hubungan antar ke dua bangsa pada era tahun 1950-an silam.

Dimana pada waktun itu seperti iita ketahui, Proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno marah besar mendengar Pulau Kalimantan ingin direbut Malaysia, sehingga mempopulerkan gaung Ganyang Malaysia kala itu .

Perseteruan itupun merembet ke ranah sepak bola. Dimulai sejak pertemuan kedua negara pada ajang Piala kemerdekaan Hong Kong pada tahun 1957. Indonesia waktu itu sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 4-2.

Sejak saat itulah, setiap pertemuan keduanya menjadi bukan hanya mencari kemenangan, melainkan lebih kepada gengsi dan harga diri yang di utamakan sehingga munculah adekdot yang mengatakan “Boleh kalah dari tim manapun, asal tidak dari Malaysia.”

Semakin kesini perseteruan itu menjadi semakin menjadi-jadi dan memanas. Terakhir baru saja berselang beberapa hari yang lalu pada ajang SEA Games yang sedang berlangsung di malaysia saat ini.

Kejadian mempermalukan Indonesia kembali terjadi dengan munculnya insiden bendera terbalik, ditambah lagi dengan kecurangan-kecurangan yang dilakukan tuan rumah Malaysia pada ajang yang sedang berlangsung saat ini SEA Games 2017. Sampai-sampai adanya aksi walk-out dari tim putri sepak takraw Indonesia.

Kalau mau jujur memang diantara empat negara tetangga terdekat kita. Mungkin yang paling brisik dan merepotkan Indonesia bisa dikatakan hanya Malaysia dan Singapura.

Terutama Malaysia karena segala masalah bisa muncul dari mana saja. Baik itu politik, ekonomi, hingga mencapi ke ranah sosial-budaya. Saking meng-kristalnya “perseteruan” ini merambah ke dunia olahraga, terutama di dunia bulutangki dan sepak bola.

Nah, menjelang partai semifinl cabor sepakbola Sea Games malam nanti, suhu panas itu pun semakin terasa. Faktor-faktor yang tidak ada kaitannya dengan sepak bola pun bisa menjadi pemicu panasnya suhu jelang pertemuan tersebut.

Oleh karena itu, tidak salah jika laga malam nanti bukan lagi sekedar persoalan menang-kalah dalam sebuah permainan sepakbolan yang memakan waktu 2×45 menit. Melainkan kalah sama artinya dengan menyerahkan harga diri. Kemenangan jelas akan menunjukan bahwa kita lebih perkasa.

Jadi selain dari taktik dan strategi bermain yang diterapkan, faktor mental akan memegang peranan yang sangat penting dan vital. Singkatnya bisa dikatakan kemenangan Garuda Muda atas Harimau Malaya pada laga nanti sangat ditentukan oleh sejauh mana mental bertanding skuad Garuda Muda dalam menghadai segala “teror” dari suporter atau publik Malaysia.

Sayangnya, pada pertandingan nanti, Timnas Garuda Muda harus kehilangan tiga pemain pilarnya akibat dari akumulasi kartu kuning. Masing-masing adalah Hansamu, Hargianto dan Marinus. Kehilangan ketiga pemain tersebut tentu menambah peliknya persoalan yang akan dihadapi oleh sang arsitek Luis Milla pelatih asal spanyol tersebut.

Namun yang pasti Malaysia akan mem-forsir habis-habisan dari seluruh lini untuk menggempur jala gawang timnas. Pertanyanya tentu strategi apa yang akan dipakai timnas pada laga malam nanti, menjadi sangat riskan rasanya apabila Indonesia menerapkan startegi bertahan, walau strategi itu bisa menjadi yang paling realistis untuk ditampilkan pada laga malam nanti.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tim yang memenangkan partai semifinal nanti malam ini adalah tim yang paling siap baik itu dari segi fisik karena memang jadwal yang begitu padat sehingga mereka medapatkan waktu istirahan yang sangat minim Begitu juga tim yang paling siap dari sisi mental serta tekad mereka untuk dapat memenangkan laga tersebut.

Kembali lagi sesuai dengan apa yang dikatakan Evan Dimas diatas bahwa “Demi harga diri bangsa kita harus mati-matian lawan malaysia nanti. Kita harus menang,” Semoga saja itu yang terjadi …..

Pertanyaan berikutnya mampukah pasukan Luis Milla menjaga harga diri bangsa? Mari kita tunggu saja, apa yang akan terjadi pada laga malam nanti………..Tetap semangat Garuda ku.

Borneo 26 Agustus 2017

Salam Olah Raga

Sumber foto : (1) dan (2)

Tags:

7 Responses

  1. author

    Susy Haryawan3 months ago

    Awas malingsia bisa jatuh berguling tanpa sebab

    Reply
    • author

      Hery Syofyan3 months ago

      Semoga itu yang terjadi pak susy…ha..ha

      Reply
  2. author

    Ronald Wan3 months ago

    Sepakat bang Hery

    Reply
    • author

      Hery Syofyan3 months ago

      Rony….jadi sepakat nih……….?

      Reply
  3. author

    Mas Wahyu3 months ago

    Tulisan berbau politik di ranah sepakbola. Namun memang kedua negara ini selalu panas jika ada pertandingan apapun….

    Garuda vs Harimau….. Garuda bakalan mencakar harimau sampai berdarah-darah…

    Reply
    • author

      Hery Syofyan3 months ago

      Jadi ceritanya merembet politik nih……..waduh itu bukan ranah sy mas wahyu…….

      Reply
  4. author

    Suyono Apol3 months ago

    Untuk level Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Myanmar, cukup sulit diprediksi hasilnya bahkan bisa terbalik-balik, misalnya jika beberapa hari kemudian pertandingan diulang lagi, hasilnya bisa lain. Khusus untuk pertandingan Malaysia vs Indonesia ini, faktor nonteknis cukup signifikan pengaruhnya. Gimana kalau Malaysia curang, misalnya? Siap-siap mental saja nontonnya…

    Reply

Leave a Reply