Humor Politik, Cemberutnya SBY dan Tuhan Dipaksa Berpolitik ala Dewan RI

Humor Politik, Cemberutnya SBY dan Tuhan Dipaksa Berpolitik ala Dewan RI

Ngawursiana.com – Kemeriahan peringatan kemerdekaan RI sungguh luar biasa, apalagi para presiden yang selama ini dinilai saling bersitegang bisa duduk dalam panggung yang sama. Terkecuali Pak Habibie dan Pak Try Sutrisno, yang lain mau rawuh, itu patut menjadi catatan penting bagi politik negeri yang seolah memecah belah usai pilkada DKI lalu.

SBY Cemberut
Sepanjang menyaksikan tayangan televisi, cukup terganggu dengan wajay Pak Beye yang cemberut, eh pas mencari-cari gambar untuk artikel ini, ternyata banyak moment yang ditangkap, gambar Pak Beye demikian, banyak cemberutnya, hanya sedikit yang terlihat ceria, bandingkan Pak Habibie yang banyak tawa dan senyum.

Apa kira-kira doa oleh poliktus kalau hal itu terjadi lagi?
Politikus Gerindra, 2016 lalu berdoa spontan, yang isinya penuh “kemarahan” curhatan ke Tuhan atas keadaan bangsa ini yang seolah terjadi hanya karena Presidennya bukan junjungannya. Ditambah wajah Pak Beye, kira-kira, akan ada tambahan, Tuhan sekiranya bukan presiden ini, tentu Pak Beye bisa tersenyum bahagia dan wajah tampannya tidak akan bermuram durja lagi…..
Atau Tuhan dipaksa berpoltik ala ustad PKS ini, doa soal postur tubuh soalnya, akan ada tambahan, Tuhan, kasihan Pak Beye yang gemuk itu sudaha Engkau beri kesehatan, asal tidak kurus saja, dan sayangnya beliau cemberut karena Si Kurus yang memimpin negeri ini….

Lucunya, doa kog berpolitik
Entah apa yang ada di benak para anggota dewan ini, mereka tentu orang berpendidikan, ilmu cukup lah, soal menguasai atau tidak, tidak perlu ditanya, yang jelas ijazah ada. Beragama jelas bahkan yang satu jelas ustad, mengapa sampai seperti anak kecil yang permennya diambil kakaknya? Aneh dan lucu saja menyaksikan perilaku mereka yang tidak tahu malu itu. Seua tentu paham keadaan bangsa ini buruk sejak lama, bukan seketika di tangan Pak Jokowi hancur, padahal dulu bagus, ingat doa politik 2016 lalu. Siapa sih yang mengatakan kalau keadaan jauh lebih buruk usai dipimpin Pak Jokowi? Atau keadaannya menjadi lebih banyak keburukan semata karena kepimpinan Jokowi. Kini, zaman lebih baru, bagaimana politikus dan ustad bisa mendoakan Pak Jokowi yang kurus, memang kalau kurus dan penyakitan itu merepotkan, nyatanya selama ini belum pernah presiden izin tidak masuk kerja atau masuk rumah sakit? Bukannya malah Pak JK dan Pak Beye yang pernah masuk rumah sakit pas memimpin?

Penistaan agama dan Tuhan
Lebih menista mana Ahok atau dua politikus itu di dalam doanya, menyindir, mengungkit soal afiliasi politik, dan cenderung melemahkan pihak lain. doa itu harapan yang baik, komunikasi terhadap Tuhan namun hatinya berisi kebencian dan kedengkian, apa itu orang beragama? Justru menunjukkan agama semata ritual, kata suci, tanpa makna dan mengubah hati. Hati yang penuh kebencian bukan ciri orang beragama yang baik tentunya.
Mengatakan komunis sebagai musuh bangsa, eh ini agama berkedok doa untuk menghina dan mencaci maki dengan tameng berdoa, forum negara resmi lagi, apa tidak malu disaksikan bahkan bisa seluruh dunia mendengar dan mencibir.

Salam Ngawur

Gambar: detik.com

Tags:

16 Responses

  1. author

    alina widya3 months ago

    Hmmn….. Menyimak😊

    Reply
  2. author

    Suyono Apol3 months ago

    Entah dipengaruhi oleh makhluk apa hati dan pikirannya ketika berdoa sekonyol itu.

    Reply
    • author

      Susy Haryawan3 months ago

      itulah, ini menista Tuhan jauh lebih buruk dari menista agama

      Reply
  3. author

    Ronald Wan3 months ago

    Tuhan yang dipaksa memilih

    Reply
  4. author

    Manula Sepuh3 months ago

    Padahal dia anggap doanya bagus, didengar dan Tuhan juga berpolitik versi keuntungan dan versi sindiran yg justru gambaran kebodohan luar biasa.
    Doa ngatur2 Tuhan, mungkin Tuhan juga geli mendengar doa bodoh itu.

    Reply
    • author

      Susy Haryawan3 months ago

      Farisi ala Indonesia….he…he…menebah dada paling hebat…

      Reply
  5. author

    S Aji3 months ago

    Saya heran, selama 12 tahun diam-diaman. Diam karena apa? Politik kok pakai sakit hati.
    Hiiks

    Salam Mas

    Reply
  6. author

    Hery Syofyan3 months ago

    Yang sy ga terima itu do’a kan meminta kepada “tuhan yang maha kuasa” kok dibikin bercabda pak susy….miris

    Reply
    • author

      Susy Haryawan3 months ago

      itulah masih ngeles becanda, kayak anak kecil, memalukan

      Reply
  7. author

    Lilik Fatimah Azzahra3 months ago

    Aku ogah cemberut…nanti ketangkap kamera dijadiin gosip…^_^
    Salam siang Mas Susy…keren artikel pulitiknya…

    Reply
  8. author

    Biyanca Kenlim3 months ago

    Tul tifatul tul, kalau mau berdoa ambil air wudu dulu biar adem pikiran hihi

    Salam baik Mas Susi

    Reply
    • author

      Susy Haryawan3 months ago

      dia malah ambil air comberan seperti isi kepala dan doanya Mbak…he…he…

      Reply

Leave a Reply