Puncak Bidadari, Memang Secantik Bidadari

29
239
dokpri

Ngawursiana.com-Pagi baru saja beranjak ketika anak lanang saya bertanya,”Mama sudah mandi?”

Saya yang sedang asyik menulis tanpa menghentikan kegiatan, menjawab,”belum, kenapa?”

“Temani jalan, Ma…”

Saya merapikan lepi dan beranjak meninggalkan kamar. Usai mandi saya lihat anak lanang sudah tampil necis. Mengenakan celana hitam, kemeja putih, jas serta dasi kupu-kupu. Saya yang masih berbalut handuk membatin, tumben si gondrong tampil rapi.

“Mau ke kondangan?” tanya saya sembari mengibas rambut yang masih basah. Anak lanang menggeleng. Saya baru ngeh ketika ia meraih bass guitarnya yang super berat itu.

“Pagi ini Mama mendapat tugas istimewa. Menjadi juru rias, juru kamera dan sutradara,” ujarnya menatap saya sembari tersenyum.

“Loh?”

“Iya, Ma. Aku mau bikin video klip bass klasik. Dan Mama tidak boleh menolak tugas keren ini.”

Tugas keren? Bukankah itu tugas ngrapel alias serabutan? Pintar juga si gondrong ini merayu emaknya. Tapi okelah. Demi anak tercinta saya pun akhirnya mengangguk.

Puncak Bidadari Nan Rupawan

Dengan berboncengan motor kami menuju arah timur Kota Malang. Anak lanang menyetir sembari memeluk bass kesayangannya. Saya tidak bertanya apa-apa. Saya sudah bisa menebak kemana ia akan membawa saya. Pasti ke pedesaan.

Dan benarlah. Motor terus melaju menuju daerah perbukitan yang terletak di wilayah Desa Poncokusumo. Pada perbatasan menuju arah Gunung Bromo, motor berjalan pelan-pelan. Jalanan semakin menanjak dan udara mulai terasa dingin. Untunglah saya sudah mengantisipasi dengan mengenakan baju berlapis-lapis dan jaket.

Satu jam lebih kami sampai di suatu tempat. Tempat itu sepertinya sebuah wahana wisata yang masih baru. Itu terlihat dari pengunjung yang hanya bisa dihitung dengan jari.

Setelah memarkir motor, kami membayar tiket masuk seharga Rp10.000,00 perorang. Tarip parkir Rp5000,00.

Dari Air Terjun, Spot Foto Sampai Camp Ground

Memasuki area, kami disambut dengan tulisan besar-besar pada selembar banner yang diikat pada dua batang pohon. Welcome to Puncak Bidadari.

Sesaat saya terpana menatap pemandangan alam yang tersaji di depan mata. Pemandangan alamnya sungguh menawan. Sesuai dan pantas sekali dengan nama yang diberikan. Indah dan cantik, bagai Bidadari.

Karena tujuan kami datang adalah untuk melakukan shooting, maka untuk sementara kami mengabaikan air terjun yang biasanya menjadi perburuan kami. Nanti suatu waktu kami akan balik lagi ke sana saat anak lanang tidak lagi menenteng-nenteng bass guitar yang— ampun banget deh beratnya.

dokpri
dokpri

Usai pengambilan gambar yang cukup melelahkan, saya menyempatkan diri berselfi ria.

Jeprat-jepret…senyam-senyum…

dokpri

Setujukah Anda dengan saya, bahwa Puncak Bidadari memang secantik Bidadari?

dokpri

***

Malang, 13 July 2017

29 COMMENTS

  1. Waaaaa waaaah waaaaahh

    Subhanallah

    Makasih bun sudah memperlihatkaan keindahan Tuhan dari ujung sanaa

    Slam ta’dziim

    • Alhamdulillah…masih diberi kesempatan menikmati karuniaNya…
      Makasih Mas Didii…salam hangat bunda…^_^

  2. Mbak Lilik,
    WOW…benar !!
    Baguuss banget pemandangannya dan cantiiikk banget yg selfie..

    Makasih artikelnya…jadi pingin jalan-jalan nih… :))

  3. Buat saya, mbak Lilik lah bidadarinya…uhuk..uhuk… mbak Lilik lembut hati, penyayang dan…..cantik…. **rayuan bukan gombal yang gimbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.