Raja Juli Antoni Pilih Bersih-Bersih Rumah saat Lebaran

Raja Juli Antoni Pilih Bersih-Bersih Rumah saat Lebaran
Di tengah euforia mudik dan libur panjang Idulfitri 1446 H, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni, memilih untuk tetap tinggal di rumah. Alih-alih bergabung dalam arus mudik, ia memanfaatkan momen Lebaran dengan kegiatan sederhana tapi bermakna: bersih-bersih rumah.
Raja Juli Antoni Pilih Bersih-Bersih Rumah saat Lebaran
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Raja Juli Antoni menunjukkan aktivitasnya yang tidak biasa untuk ukuran seorang pejabat tinggi negara. Dengan mengenakan pakaian santai, ia terlihat menyapu ruang makan dan dapur, lengkap dengan alat kebersihan seperti sapu dan pengki. Tak hanya itu, ia juga tampak mengepel lantai dengan penuh semangat.
Lebaran Tanpa Mudik: Pilihan yang Bijak
Dalam keterangan yang ia sertakan, pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyebut bahwa tahun ini ia tidak mudik. Bagi Raja Juli, kebersamaan dengan keluarga bisa diwujudkan dengan berbagai cara, tidak harus melalui perjalanan jauh. Justru, momen membersihkan rumah bersama atau untuk keluarga bisa menjadi bentuk kasih sayang yang sederhana namun penuh makna.
“Kadang, cinta tak perlu ditunjukkan lewat hadiah mahal atau ucapan manis. Cukup dengan mengepel lantai supaya anak istri tidak terpeleset, itu juga bentuk cinta,” tulisnya dalam caption unggahannya yang mengundang banyak komentar positif dari warganet.
Respons Warganet: Salut atas Kesederhanaan
Tindakan Raja Juli ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat, khususnya di media sosial. Banyak yang menyebut bahwa ia memberi contoh baik bagaimana seorang pejabat tetap bisa rendah hati dan menjalani hidup secara sederhana.
Komentar seperti “Pak Menteri bisa jadi contoh buat pejabat lain,” atau “Luar biasa, kebersihan adalah bagian dari iman,” membanjiri kolom komentar Instagram miliknya. Tidak sedikit pula yang menyebut bahwa tindakan tersebut mencerminkan pemimpin yang merakyat dan tidak gengsi melakukan pekerjaan rumah tangga.
Momen Lebaran yang Lebih Personal
Dalam berbagai kesempatan, Raja Juli memang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga dan menjunjung tinggi nilai kesederhanaan. Lebaran kali ini menjadi cerminan dari hal tersebut. Ia tidak hanya memilih untuk tinggal di rumah, tetapi juga menunjukkan bahwa Lebaran bisa tetap bermakna tanpa harus mudik atau berpesta pora.
“Lebaran tahun ini memang berbeda. Tapi saya yakin, maknanya tetap sama. Maaf lahir batin, memperbaiki diri, dan tentunya menjaga kebersihan—baik hati maupun rumah,” ujar Raja Juli dalam salah satu unggahan story-nya.
Bersih-Bersih Rumah: Aktivitas yang Menyehatkan
Selain menyampaikan pesan moral, Raja Juli juga secara tidak langsung mengingatkan publik akan pentingnya menjaga kebersihan rumah. Di tengah cuaca yang tidak menentu dan potensi penyebaran penyakit, menjaga kebersihan lingkungan adalah hal yang krusial.
Mengepel, menyapu, dan membersihkan dapur bukan hanya aktivitas fisik semata, melainkan juga bentuk detoks pikiran. Saat tubuh bergerak membersihkan, pikiran pun ikut disegarkan. Barangkali itulah alasan mengapa Raja Juli memilih kegiatan ini di tengah suasana lebaran.
Simbol Kepemimpinan yang Relatable
Di tengah banyaknya kritik terhadap pejabat yang hidup mewah dan jauh dari rakyat, tindakan Raja Juli Antoni ini memberikan warna yang berbeda. Ia memperlihatkan bahwa menjadi pejabat tidak harus selalu tampil formal dan berjarak. Terkadang, dengan hanya menunjukkan kegiatan sehari-hari seperti bersih-bersih rumah, seseorang bisa membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Tidak heran jika citranya di kalangan masyarakat semakin positif. Di tengah tren digital dan keterbukaan informasi, publik kini bisa melihat langsung sisi lain dari seorang pejabat. Dan Raja Juli berhasil memanfaatkan media sosialnya dengan konten yang inspiratif dan membumi.
Kesimpulan
Raja Juli Antoni telah memberikan pelajaran berharga di tengah suasana Lebaran kali ini. Ia menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak harus dikejar dengan mudik, apalagi jika harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Sebaliknya, ia mengajarkan bahwa hal-hal kecil seperti menyapu dan mengepel rumah pun bisa menjadi bentuk cinta yang dalam.
Langkah sederhananya ini mungkin tampak sepele, namun menyimpan pesan besar: kesederhanaan adalah kekuatan, dan kebersihan adalah bentuk kasih sayang.